Kacang Tanah

Cara Budidaya Kacang Tanah

Kacang tanah biasa dijadikan sebagai bahan bumbu masakan oleh masyarakat Indonesia. Kebutuhan masyarakat Indonesia akan kacang tanah, membuat jenis kacang ini banyak dibudidayakan setelah padi dan jagung.

Para petani yang masih pemula biasanya masih kurang paham terkait cara budidaya kacang tanah. Padahal jika budidaya ini diolah dengan cara benar, Anda bisa mendapatkan untung yang cukup berlimpah.

Bagaimana membudidayakan kacang tanah?

Perlu Anda ketahui sebelum membahas cara budidaya kacang tanah bahwa tanaman kacang yang satu ini tidak melulu cocok untuk semua jenis tanah. Tanah dengan curah hujan tinggi, dominan tidak cocok dijadikan lahan tanam.

Keadaan tanah yang akan menjadi terlalu lembab menjadi salah satu penyebabnya. Kondisi seperti itu akan menyebabkan tumbuhnya jamur dan penyakit. Karenanya, kerugianlah yang akan didapat.

Lantas lahan seperti apa yang cocok? Tanah bercurah hujan sedang, sangat cocok untuk penanaman kacang tanah.

Berikut ini tata cara budidaya kacang tanah :

Pembenihan

Benih Kacang

Benih terbaik kacang tanah, tidak harus dibeli melalui toko pertanian. Anda juga bisa mendapatkan benih kacang tanah dari kacang itu sendiri. Syaratnya, jangan kupas kacang dari cangkangnya terlebih dulu.

Kacang yang akan dijadikan benih perlu dibiarkan hingga 100 hari lamanya. Ciri khas benih kacang yang bisa ditanam adalah memiliki warna kehitaman dan tidak berselaput.

Jangan langsung menanam benih kacang yang sudah didapatkan. Lakukan sortasi dan penjemuran benih dulu hingga 5 hari lamanya.

Persiapan Lahan Tanah

budidaya kacang tanah

Jenis tanah yang dapat digunakan untuk budidaya kacang tanah ini adalah jenis tanah gembur. Cara menggembirakan tanah, bisa dilakukan dengan teknik pembajakan. Tanah yang gembur tersebut lantas dicampur dengan kapur.

Banyaknya kapur yang dibutuhkan tiap satu hektar tanah adalah sekitar 2 ton. Setelah pencampuran tanah dengan kapur, Anda perlu mendiamkan tanah hingga 2 hari lamanya.

Gunakan pupuk kandang yang dicampur rata dengan tanah lahan, sebelum Anda memulai penanaman benih. Untuk metode tanah penanamannya, Anda bisa memilih opsi membuat bedengan atau tidak. Hal ini bergantung dari keadaan lahan.

Jika memang lahan rawan terkena genangan air, maka lakukan pembuatan drainase atau bedengan. Saat tanah telah siap, tanam benih pada setiap lubang lahan yang ada. Setiap tanah tanam harus diberikan jarak untuk pertumbuhan dan perkembangan kacang tanah nantinya.

Ukuran jarak yang bisa digunakan adalah sekitar 25 cm x 25 cm. Penyiraman tanaman kacang tanah setelah benih ditanam bisa Anda lakukan setiap hari, tepatnya 2 kali sehari, pagi dan sore. Pada hitungan hari ke 7, benih kacang tanah akan mulai berkecambah.

Perawatan Tanaman Kacang Tanah

Tanaman Kacang Tanah

Perawatan budidaya kacang tanah ada 3 cara, yakni pemupukan, penyiangan, dan pembumbunan. Ketiga cara tersebut perlu Anda lakukan, Proses pemupukan ini adalah pemupukan susulan yang menggunakan pupuk kaya fosfor.

Pupuk yang kaya akan kandungan fosfor, akan membantu memperbanyak buah dan memperbagus hasil buah kacang ini. Sedangkan, penyiangan dan pembumbunan bisa dilakukan dengan menutup akar, daun, dan batang kacang. Tepatnya bagian bawahnya.

Proses tersebut memiliki tujuan utama untuk memperbanyak jumlah biji kacang tanah. Sedangkan, untuk perawatan tanaman dari jaman, Anda perlu memberikan pupuk kandang matang. Selain itu, proses penyiangan intensif juga perlu dilakukan dengan baik.

Tanaman yang sudah dirasa terkontaminasi penyakit, sebaiknya segera Anda bersihkan dan dicabut dari pohonnya agar tidak lantas menulari tanaman yang lain. Perawatan yang bisa Anda lakukan selanjutnya adalah melakukan sanitasi lingkungan.

Proses ini juga bisa dilakukan dengan melakukan penanaman varietas tanaman, yang memiliki ketahanan cukup bagus terhadap berbagai jenis penyakit.

Proses Panen Kacang Tanah

Panen Kacang Tanah

Kacang tanah yang siap dipanen adalah kacang yang sudah masuk usia penanaman 90 hari. Sedangkan jika dilihat dari ciri khasnya, kacang tanah siap panen memiliki batang yang keras dan daun menguning.

Anda juga bisa gunakan metode sampling, untuk mengetahui lebih pastinya. Metode ini dilakukan dengan melihat secara langsung apakah tanaman telah terisi buah kacang tanah secara penuh.

Inilah yang menjadi salah satu sebab, mengapa penanaman serempak perlu dilakukan. Adanya metode sampling ini akan semakin meyakinkan Anda untuk melakukan panen kacang tanah.

Sekian artikel cara budidaya kacang tanah yang publish di kategori Budidaya. Semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment